Pariaman – Dalam upaya meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap pelaksanaan pemungutan retribusi daerah, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Pariaman menghadirkan inovasi PASUTRI (Pengawasan Pemungutan Retribusi). Inovasi ini dirancang sebagai sistem pengawasan yang lebih terstruktur, transparan, akuntabel, dan terdokumentasi guna mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
PASUTRI lahir dari kebutuhan akan mekanisme pengawasan yang mampu mengatasi berbagai kendala di lapangan, seperti keterlambatan penyampaian laporan, kesulitan memantau aktivitas petugas, hingga belum optimalnya dokumentasi hasil pemungutan retribusi. Melalui inovasi ini, seluruh proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terintegrasi.
Sistem PASUTRI mencakup seluruh tahapan pelaksanaan pemungutan retribusi, mulai dari penyusunan jadwal, pencatatan aktivitas petugas, dokumentasi hasil pemungutan, pelaporan, hingga evaluasi berkala. Seluruh data dihimpun dalam satu sistem administrasi sehingga memudahkan proses monitoring oleh atasan serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan.
Dalam implementasinya, PASUTRI juga mengedepankan pemanfaatan teknologi informasi melalui penggunaan formulir digital, penyimpanan dokumen elektronik, rekapitulasi data secara berkala, serta media komunikasi internal. Digitalisasi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi penggunaan dokumen manual, serta menjamin keamanan dan kemudahan akses terhadap data.
Keberhasilan inovasi ini didukung oleh kolaborasi seluruh unsur yang terlibat, mulai dari petugas pemungut retribusi, pejabat pengawas, bendahara penerimaan, hingga pimpinan perangkat daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif sehingga setiap kendala di lapangan dapat segera ditindaklanjuti tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dari sisi tata kelola pemerintahan, PASUTRI menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan prinsip good governance melalui penerapan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, dan kepastian administrasi. Seluruh proses pemungutan retribusi terdokumentasi dengan baik sehingga mempermudah pelaksanaan audit, pengawasan internal, serta evaluasi kebijakan.
Adapun tujuan utama inovasi PASUTRI adalah meningkatkan efektivitas dan kualitas pengawasan pemungutan retribusi, mewujudkan sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel, mengoptimalkan penerimaan retribusi daerah, mempermudah proses monitoring dan pelaporan, serta mendukung digitalisasi administrasi pengawasan.
Dengan hadirnya PASUTRI, berbagai manfaat diharapkan dapat dirasakan, antara lain memudahkan pimpinan dalam memantau pelaksanaan pemungutan retribusi, meningkatkan akurasi data, mempercepat penyusunan laporan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hasil yang telah dicapai melalui inovasi ini meliputi terbentuknya sistem pengawasan yang lebih terstruktur dan terdokumentasi, meningkatnya ketepatan waktu penyampaian laporan, tersedianya data digital sebagai bahan monitoring dan evaluasi, meningkatnya disiplin serta kepatuhan petugas terhadap prosedur, hingga optimalisasi penerimaan retribusi daerah.
Ke depan, PASUTRI diharapkan terus dikembangkan melalui integrasi dengan sistem informasi pemerintah daerah, penyempurnaan mekanisme pelaporan digital, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Dengan demikian, PASUTRI tidak hanya menjadi inovasi administrasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas pengawasan pemungutan retribusi serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel di Kota Pariaman.
Manual Book :
https://drive.google.com/drive/folders/1wdLWQsqkCccIn6Lu5OqqESg1fkvy1TYd
KAK :
https://drive.google.com/drive/folders/1hUqHPEEHPbqfDfCGcVZOpPR3KHm1Hgoh
